Hijrah, Semoga Karena Taat Perintah. Bukan Gaya Semata.


Sejak 2016 lalu, ada sebuah fenomena yang tak terbendung di kalangan muslimah serta anak muda Indonesia. Ya, fenomena hijrah sedang melanda Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Tentu ini adalah sebuah fenomena yang patut diapresiasi dan didukung oleh kita sebagai sesama muslim. Hijrah yang terjadi saat ini memang beda dengan yang dialami oleh Rasulullah SAW. Dulu, Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah. Hijrah pada masa itu berarti berpindah dari suatu tempat. Seperti Rasulullah SAW yang hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Namun, saat ini hijrah lebih mengarah pada perubahan sikap seseorang. Dari yang buruk menjadi lebih baik. Contoh sederhananya adalah seorang teman muslim yang awalnya tidak menutup aurat, akhirnya mulai belajar memakai hijab. Atau salah seorang anak band yang akhirnya lebih sering datang ke kajian sunnah. Fenomena ini tak lepas dari peran para ustaz yang giat berdakwah pada semua kalangan. Media sosial pun tak lepas dari peran membantu menyebarkan dakwah ini. Dakwah yang dulunya dirasa sulit dijangkau, nyatanya kini dengan mudah didengarkan dalam genggaman tangan. Para artis dan selebgram (artis Instagram) juga memiliki peran besar dalam terjadinya “hijrah wave” ini.

Para kaum muda yang mengidolakan artis dan selebgram, sudah terbiasa “ter-influence” dengan berbagai hal yang dilakukan oleh idolanya. Mulai mengikuti kegiatan sehari-hari, meniru cara berpakaian hingga gaya hidup. Tak heran jika sang idola mulai berhijrah, kaum muda ini pun sedikit demi sedikit mengikutinya. Dari segala aspek, cara berpakaian artis hijrah inilah yang paling kentara. Mulai dari hijab syar’i hingga celana yang tidak isbal (menutup mata kaki), menjadi fashion must have para seleb ini. Hal ini tentu dilirik oleh para produsen untuk meraup keuntungan. Trend fashion muslim ini mengalami peningkatan yang sangat drastis. Di setiap sudut pusat perbelanjaan, saat ini sudah banyak ditemui muslim center. Barang yang dijual merupakan kebutuhan para muslimah. Hijab syar’i, gamis, kaus kaki, handsocks, ciput, hingga jarum pentul dan bros menjadi buruan. Dinamika dunia fashion yang terus berganti juga berpengaruh pada tren busana muslimah ini.

Namun, fenomena ini kadang menjadi kesempatan yang dimanfaatkan secara “keterlaluan” oleh para produsen. Seperti menaikkan harga baju yang menjadi sangat mahal dan tak terjangkau oleh semua kalangan. Fenomena mukena keluaran salah seorang penyanyi ternama Indonesia contohnya. Dirinya mengeluarkan brand mukena menjelang lebaran 1440 H lalu. Tak main-main, mukena yang ia jual dibanderol dengan harga Rp 3,5 Juta. Memang, bagi kalangan menengah ke atas, harga tersebut tak menjadi masalah. Namun, apakah esensi menutup aurat sudah berubah menjadi tujuan komersil semata?

Menutup aurat memang sebuah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Sayangnya, masih banyak muslimah yang tak menghiraukan perintah Allah SWT tersebut, dalam surat an- Nur ayat 31 “….. katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…..” Hijrah wave tentu mempunyai hikmah tersendiri. Banyak perempuan yang awalnya tidak berhijab, menjadi tergerak hatinya untuk mulai menutup aurat. Saat melihat lingkungan sekitar, hati dan mata kita pun lebih sejuk karena sudah mulai banyak perempuan yang tak menampakkan aurat.

Meski terkadang niat awalnya hanya karena mengikuti tren semata, tak sedikit dari mereka yang akhirnya mantap berhijrah karena Allah ketuk pintu hatinya. Hidayah yang didapatkan dari menutup aurat, menggiringi para muslimah ini untuk lebih mengenal Islam dan mendekat pada Allah SWT. Semoga, hijrah yang dijalani murni karena Allah semata, bukan untuk gaya-gaya mengikuti sosialita.

Sumber : Yatim Mandiri September 2019

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Hijrah, Semoga Karena Taat Perintah. Bukan Gaya Semata."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel